Bawaslu Jalin Kolaborasi Pengawasan Partisipatif dengan Universitas Sapta Mandiri
|
Paringin Selatan – Dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif di masa nontahapan Pemilu, Bawaslu Kabupaten Balangan melakukan koordinasi ke Universitas Sapta Mandiri (UnivSM). Kunjungan ini diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Eko Agus Saputra, yang diterima langsung oleh Rektor UnivSM Abdul Hamid.
Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara lembaga pengawas Pemilu dengan perguruan tinggi dalam mewujudkan pengawasan yang inklusif dan melibatkan masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Balangan nantinya akan mengajukan sejumlah usulan program kolaboratif yang dapat dijalankan bersama, di antaranya berupa edukasi kepemiluan, sosialisasi demokrasi berintegritas, serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengawasan partisipatif.
Rektor UnivSM Abdul Hamid, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kerja sama yang nantinya akan dilakukan dengan Bawaslu merupakan peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk mengaktualisasikan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Mahasiswa harus diberi ruang untuk berperan aktif dalam menjaga demokrasi, salah satunya melalui kegiatan pengawasan Pemilu,” ungkapnya.
Sementara itu, Eko Agus Saputra menekankan pentingnya pengawasan partisipatif di luar masa tahapan Pemilu. “Pengawasan tidak hanya dilakukan ketika proses Pemilu berlangsung, tetapi juga di masa nontahapan. Kami berharap ini menjadi langkah nyata untuk mengajak perguruan tinggi berkontribusi dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas,” jelasnya.
Ke depan, Bawaslu Kabupaten Balangan bersama UnivSM akan membangun komitmen untuk menyusun agenda bersama sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini. Harapannya, kolaborasi ini nantinya dapat menjadi contoh sinergi positif antara lembaga negara dan dunia pendidikan dalam memperkuat demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.