Bawaslu Kabupaten Balangan dan Universitas Sapta Mandiri Tandatangani MoU Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Balangan – Bawaslu Kabupaten Balangan bersama Universitas Sapta Mandiri (UnivSM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan pengawasan partisipatif Pemilu di masa nontahapan. Penandatanganan berlangsung di Kampus 1 Universitas Sapta Mandiri, pada Senin (6/10/2025), dan dihadiri langsung oleh Rektor UnivSM Abdul Hamid beserta jajaran pimpinan kampus.
Ketua Bawaslu Kabupaten Balangan Rosmelyanoor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan Pemilu dengan melibatkan unsur akademisi dan mahasiswa. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam pengawasan partisipatif, tidak hanya saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga di masa nontahapan. Sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini,” ujar Rosmelyanoor.
Sementara itu, Rektor Universitas Sapta Mandiri Abdul Hamid menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan Bawaslu sejalan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. "Kami sangat mendukung kerja sama ini. Mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk turut menjaga nilai-nilai demokrasi melalui kegiatan nyata seperti pengawasan Pemilu. Ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat tatanan demokrasi bangsa,” tuturnya.
Abdul Hamid juga menyampaikan kesiapan pihak kampus untuk mendukung kegiatan Bawaslu, antara lain dengan menyediakan ruangan sebagai posko pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan, serta membuka peluang penyelenggaraan kuliah umum bertema kepemiluan bagi mahasiswa.
Ke depan, Bawaslu Kabupaten Balangan bersama Universitas Sapta Mandiri akan menyusun agenda tindak lanjut dari MoU tersebut, termasuk program kolaboratif di bidang pendidikan demokrasi dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Diharapkan, kerja sama ini menjadi contoh sinergi positif antara lembaga pengawas Pemilu dan dunia pendidikan dalam memperkuat demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.