Lompat ke isi utama

Berita

Cetak Pengawas Demokrasi Muda, Bawaslu Balangan Gelar P2P di UnivSM

 Cetak Pengawas Demokrasi Muda, Bawaslu Balangan Gelar P2P di UnivSM

Balangan – Bawaslu Kabupaten Balangan melaksanakan kegiatan Diskusi Luring dalam rangkaian Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Kabupaten Balangan yang bertempat di Universitas Sapta Mandiri (UnivSM) Paringin Selatan (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai kepemiluan serta pentingnya keterlibatan publik dalam pengawasan demokrasi.

Kegiatan diikuti oleh peserta Program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang berasal dari berbagai latar belakang, dengan tujuan membentuk kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Balangan hadir sebagai fasilitator yang memberikan materi terkait kepemiluan, tugas dan fungsi Bawaslu, serta pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi.

Dalam pemaparannya, para fasilitator menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor pendukung dalam mencegah terjadinya pelanggaran maupun potensi sengketa yang dapat mengganggu proses demokrasi. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai regulasi kepemiluan dan mekanisme pengawasan perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pembangunan demokrasi.

Selain sesi penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun pertanyaan terkait berbagai isu kepemiluan dan pengawasan yang berkembang di masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, Bawaslu Kabupaten Balangan juga menghadirkan sesi pemecahan studi kasus yang berkaitan dengan penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses pemilu. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam dua kelompok diskusi untuk menganalisis berbagai permasalahan yang berpotensi terjadi dalam tahapan pemilu. Melalui metode tersebut, peserta dapat memahami secara lebih mendalam proses, mekanisme, serta langkah-langkah yang dilakukan Bawaslu dalam menangani dugaan pelanggaran maupun menyelesaikan sengketa proses pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis kepada peserta dalam mengidentifikasi permasalahan kepemiluan dan merumuskan solusi berdasarkan aturan yang berlaku. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami kompleksitas penyelenggaraan pemilu sekaligus pentingnya peran pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif antara Bawaslu dan masyarakat.

Melalui Program Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Balangan berharap dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan komitmen dalam mengawal setiap proses demokrasi. Kehadiran kader pengawas partisipatif diharapkan dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan yang kuat, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang berkualitas, serta menjaga integritas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di Kabupaten Balangan.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat, Bawaslu Kabupaten Balangan terus berkomitmen untuk memperluas pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif sebagai fondasi dalam mewujudkan demokrasi yang semakin matang, transparan, dan berintegritas.