Wanti-Wanti Bawaslu Untuk Pilkada 2020
|
Jakarta - Ketua beserta Anggota Bawaslu Kabupaten Balangan didampingi Koordinator Sekretariat, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Persiapan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020. Pada Rakornas ini, diselenggarakan juga pemantapan program kerja Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota TA 2020. Pemantapan program kerja ini dalam rangka mempersiapkan dan memantapkan Jajaran Aparatur Pengawas dalam mengawal dan mengawasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bawaslu RI yang bertempat di Grand Sahid Jaya, Jakarta (24-26/10/2019).
Pada kegiatan ini Anggota Bawaslu RI langsung memberikan arahan serta sambutannya. Diantaranya Mochammad Afifudin selaku Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi memberikan arahan untuk mencegah dan membendung isu-isu sara dan hoax. Mengingat hoax harus dilawan dengan pemberitaan yang positif dan memberikan informasi yang terbuka untuk publik. Keterbukaan informasi publik dirasa masih menjadi peranan yang sangat penting untuk menangkal hoax yang beredar pada masyarakat. Dengan tersedianya informasi, publik pun dapat dengan mudah mengetahui keadaan serta jalannya fungsi pengawasan yang ada di Bawaslu.
Ratna Dewi Pettalolo selaku Koordinator Divisi Penindakan juga memberikan sambutan pada Rakornas ini. Dewi menyampaikan, informasi tentang permanennya Bawaslu perlu disampaikan ke publik bahwa Bawaslu Kabupaten/Kota ada untuk untuk mengawal demokrasi. Mahakamah Konstitusi(MK) memberi apresiasi terhadap putusan Bawaslu serta analisisnya. "Ini berarti pikiran-pikiran dan pendapat kita sekelas MK," ujar Dewi.
Selanjutnya, Koordinator Divisi Hukum Fritz Edward Siregar memberikan sambutan kepada peserta Rakornas. Fritz banyak memberikan motivasi kepada peserta, baik itu kisah tentang perjalanan hidupnya atau bahkan mengutip dari berbagai sumber untuk memberikan semangat pada peserta. Motivasi yang diberikan ini diantaranya tentang kegigihan dan rasa pantang menyerah, "dalam pepatah jepang, jatuh 7 kali, bangkit 8 kali", ujar Fritz. Mengingat tugas mengawal dan mengawasi proses demokrasi ini bisa dikatakan berat, maka harus ditanamkan dalam diri semangat pantang menyerah.
Penulis: Yahdi
Editor: Mizwar Ilhamy



