Demokrasi Transparan di Era Digital Jadi Sorotan Bawaslu Campus Connect
|
Banjarmasin – Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga membuka ruang baru dalam kehidupan demokrasi. Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda memiliki posisi strategis untuk memastikan teknologi menjadi kekuatan yang mendorong demokrasi semakin transparan, partisipatif, dan berintegritas.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect yang diikuti oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Balangan Rosmelyanoor, S.Pi di Lecture Theater Gedung 1 FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Jumat (7/8/2026).
Mengusung tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi untuk memperkuat pemahaman mengenai pengawasan pemilu sekaligus melihat lebih jauh bagaimana perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan dalam membangun demokrasi yang berkualitas.
Bukan sekadar forum diskusi, Bawaslu Campus Connect menghadirkan perspektif dari berbagai kalangan, mulai dari penyelenggara pemilu, akademisi, hingga tokoh yang memiliki perhatian terhadap perkembangan demokrasi dan politik di Indonesia.
Kegiatan diawali dengan opening speech Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu RI Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M. Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H. hadir menyampaikan keynote speech yang menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan.
Bagi Bawaslu, keterlibatan perguruan tinggi dan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperluas pengawasan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai kelompok yang memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem demokrasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab di ruang digital.
Terlebih di era ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, kemampuan untuk memilah informasi, mengenali potensi disinformasi, serta menggunakan media digital secara bijak menjadi semakin penting. Demokrasi yang transparan tidak cukup hanya dibangun melalui keterbukaan informasi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki literasi digital dan kesadaran untuk ikut mengawasi.
Keikutsertaan Ketua Bawaslu Kabupaten Balangan dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperluas wawasan dan jejaring kolaborasi dalam penguatan pengawasan partisipatif. Nilai-nilai yang dibahas dalam Bawaslu Campus Connect diharapkan dapat terus dibawa dan dikembangkan hingga ke tingkat daerah, termasuk Kabupaten Balangan.
Sebab, menjaga demokrasi di era digital bukan hanya tugas penyelenggara pemilu. Di balik setiap informasi yang dibagikan, setiap konten yang disebarkan, dan setiap suara yang disampaikan, terdapat tanggung jawab untuk memastikan demokrasi tetap berjalan dalam koridor transparansi, integritas, dan kepentingan publik.
Melalui kolaborasi antara Bawaslu, perguruan tinggi, dan generasi muda, semangat tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi tumbuh menjadi gerakan pengawasan partisipatif yang nyata. Generasi digital bukan sekadar pengguna teknologi. Mereka adalah bagian dari masa depan demokrasi Indonesia.